Perubahan Morfologi Staphylococcus aureus Akibat Paparan Ekstrak Etanol Biji Kakao (Theobroma cacao) secara In Vitro

Authors

  • Dafista Diyantika Fakultas Kedokteran, Universitas Jember
  • Diana Chusna Mufida Fakultas Kedokteran, Universitas Jember
  • Misnawi Misnawi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia

Abstract

Staphylococcus aureus (S. aureus) adalah bakteri Gram positif yang sering menginfeksi manusia. S. aureus resisten terhadap banyak antibiotik misalnya kloramfenikol, ampisilin, eritromisin, penisilin, dll. Ekstrak etanol biji kakao memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan S. aureus secara in vitro, namun belum dapat ditunjukkan perubahan morfologi yang terjadi pada S. aureus setelah diberikan ekstrak etanol biji kakao. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji perubahan morfologi S. aureus setelah diberikan ekstrak etanol biji kakao. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan rancangan Posttest OnlyControl Group Design. Sampel yang digunakan adalah S. aureus dengan bahan uji yaitu ekstrak etanol biji kakao konsentrasi 31,2 mg/ml; 15,6 mg/ml; dan 7,8 mg/ml sedangkan kontrol negatifnya adalah aquades steril dan kontrol positifnya adalah suspensi sefaleksin 4 µg/ml. Metode yang digunakan untuk pengamatan perubahan morfologi S. aureus adalah uji scanning electron microscope. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol biji kakao pada konsentrasi 15,6 mg/ml dan 7,8 mg/ml menyebabkan terjadinya perubahan morfologi S. aureus berupa pembesaran ukuran diameter sel dan tidak terpisahnya septum. Pada konsentrasi 31,25 mg/ml juga tampak adanya penonjolan pada dinding sel bakteri.

Kata Kunci: Antimikroba, Kakao, SEM, Staphylococcus aureus

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2014-05-04

Issue

Section

Articles